Teknologi Informasi Bagaikan Pisau Bermata Dua

Jakarta (6/8). Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso mengatakan teknologi informasi ditandai dengan kecepatan informasi yang diterima satu pihak kepada pihak yang lain. Perihal kecepatan informasi itu, ia sampaikan dalam “Rapat Koordinasi (Rakor) Departemen Teknologi, Informasi, Aplikasi dan Telematika (TIAT) DPP LDII, pada Minggu (31/7).

Menurutnya, ketika mau berkompetisi dengan baik di era teknologi informasi juga harus memelihara kecepatan itu secara masif. “Kita harus menerima informasi, mengolah dan merespon informasi secara masif. Teknologi informasi saat ini, kalau diistilahkan pisau bermata dua (satu sisi negatif dan satu sisi positif), kalau saya melihat lebih tajam pada sisi negatif dari pada positifnya,” ujarnya.

Sesuatu yang positif, tambahnya, sering kali tidak diterima dengan baik. Kecenderungannya, ketika kepercayaan masyarakat turun, orang lebih cenderung melihat sesuatu pada sisi negatifnya, “Karena yang bersesuaian dengan pola pikir dan pendapatnya. Ketika berita positif malah jarang di klik tapi ketika ada berita yang negatif sering kali menjadi konsumsi warga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Departemen TIAT DPP LDII, Yusuf Wibisono mengatakan, teknologi informasi dapat menjadi penunjang organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam memberikan informasi dengan cepat dan tepat. Menurutnya, penyebaran informasi pada era digital berjalan sangat cepat. “Teknologi digital itu sendiri pun menjadi bagian daripada penyebaran informasi itu sendiri,” ujarnya.

“Bagaimana ormas menyikapi hal tersebut, kalua menggunakan istilah atau terminologi dari transformasi digital maka transformasi digital itu adalah suatu perubahan yang harus dilakukan secara positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, ormas berperan menggerakan anggotanya untuk mengelola teknologi digital secara baik, dan ikut menyebarkan informasi-informasi yang positif. “Ormas harus mengedukasi bagaimana anggota-anggotanya melakukan pengelolaan teknologi digital secara positif dan secara baik,” tambahnya.

Di tengah maraknya ujaran kebencian dan berita bohong yang tersebar liar di media sosial, ia menghimbau agar warga LDII tidak terprovokasi dan membalasnya dengan hal-hal yang positif.

“Seperti kampanye-kampanye yang sudah sering LDII dilakukan yaitu etika media sosial dan etiket media sosial. Nah itu yang harus dikedepankan bagaimana kita menghadapi di dunia maya dan bagaimana juga kita berinteraksi dengan sesama pengguna di dunia maya,” ungkapnya.

Selanjutnya, mengimbangi konten-konten negatif dengan konten-konten positif, apabila seluruh informasi dibanjiri dengan konten-konten positif, maka hal-hal seperti itu sara, ujaran kebencian dan yang lain-lain itu akan bisa dengan sangat mudah dihindari.

Dalam Rakor tersebut sekaligus launching Kelompok Kerja (Pokja) ICT. Menurutnya, teknologi digital atau transformasi digital itu merupakan salah satu keharusan, dalam menghadapi keharusan tersebut dibentuklah Pokja ICT.

Leave a Reply

Your email address will not be published.